Depan | Berita | Artikel | Galeri | Tentang KISPA | Infaq Palestina | Infaq Peduli Negri | Hubungi Kami


Relawan KISPA di Kapal Freedom Flotilla


SEKJEN KISPA MEMBACAKAN PERNYATAAN SIKAP KISPA TENTANG PEMBAJAKAN KAPAL MAVI MARMARA DI BUNDARAN HI


AKSI PEMBAKARAN BENDERA ISRAEL DI BUNDARAN HI


AKSI PERNYATAAN SIKAP KISPA DI BUNDARAN HI


AKSI PERNYATAAN SIKAP KISPA DI BUNDARAN HI


Muhammad Fatih - di sebelah kanan - Belajar Mengaji dalam Perjalanan ke Gaza.


Ketua KISPA Bersama Peter Vanner 63 tahun, seorang warga negara Inggris, yang kemudian berganti nama Muhammad Fatih. setelah masuk Islam saat pemberangkatan rombongan “Armada Pembebasan” ke Gaza


Kapal Laut "Mavi Marmara" yang mengangkut relawan kemanusiaan ke Gaza.


Syekh Raid Shalah, Ulama Palestina, tamu khusus yang datang dari Al Quds.


Ketua KISPA berjabat tangan dengan Syekh Raid Shalah.


Hujan rintik-rintik mengiringi pelepasan "armada pembebasan" ke Gaza


Relawan KISPA bersama Syekh Raid Shalah di Istanbul, Turki.


Relawan KISPA bersama anak-anak Istanbul, Turki.


Ketua KISPA Menerima Infaq Palestina dari Jama'ah Masjid Al-Balag Gedung Bulog II


Ketua KISPA Menerima Infaq Palestina dari UNISBA (Universitas Islam Bandung)

INFORMASI INFAQ
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Di INFORMASIKAN Kepada Bpk/Ibu/Sdr/i yang Berinfaq Melalui Transfer BMI, Kami akan update di www.kispa.org/infaq setelah kami mendapatkan Print Out dari pihak BMI per Tgl 14 Setiap Bulannya. Kecuali Infaq yang Langsung (tidak melalui Bank) atau mengirim tanda bukti transfer via fax. ke KISPA.

Wassalam,
KISPA







www.majelisazzikra.org




www. infopalestina.com















WHO: ISRAEL YANG BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEMATIAN PASIEN DI GAZA
2008-04-02 18:06:58

kispa.org-Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporannya terkait 32 kasus wafatnya para pasien di Gaza, menegaskan bahwa kondisi memprihatinkan itu adalah tanggung jawab Israel.

Israel secara sengaja telah melarang para pasien sakit parah untuk sekedar keluar Gaza dan memperoleh pengobatan yang layak. Demikian tercantum dalam laporan yang disusun sejak bulan Oktober tahun lalu, hingga Maret 2008 ini.

Secara detail, dirincikan dalam laporan tersebut ada 32 kasus kematian dari pasien di Gaza sejak Oktober 2007 hingga Maret 2008. Seluruh kasus kematian itu, penyebabnya adalah proses menanti surat izin keluar Gaza untuk mendapat perawatan. Menurut A. Manente, Ketua WHO di Tepi Barat dan Gaza, dalam konferensi persnya, “Sebenarnya, berbagai kondisi memprihatinkan itu bisa dengan mudah diatasi, bila mereka diizinkan mendapat perawatan.”

WHO juga menunjukkan jumlah permohonan untuk masuk ke Gaza dan ditolak oleh Israel, meningkat tajam setelah Hamas menguasai Gaza pada bulan Juni 2007. Jembatan penghubung ke Mesir juga ditutup dan dilakukan pemeriksaan ekstra ketat oleh Israel. Israel menurut WHO, menolak menyampaikan angka terkait jumlah pasien yang sakit di Gaza, yang sebelumnya telah mengajukan permohonan untuk mendapat pengobatan di luar Gaza, pada tahun 2007.

Merujuk pada penghitungan Departemen Kesehatan Palestina di Gaza, jumlah rakyat Palestina yang meninggal akibat isolasi biadab Israel di Gaza mencapai angka 120 orang.

Menanggapi laporan WHO itu, Israel menolaknya. Mereka berpendapat pelarangan keluar Gaza itu dilakukan untuk menjaga keamanan Israel. Aneh, padahal yang meminta mendapat pengobatan itu adalah orang-orang yang sakit parah. (na-str/pic/eramuslim)




Lainnya:

.IDEOLOG ISRAEL : FILM FITNA JUSTRU SATUKAN UMAT ISLAM
2008-04-02 13:40:04

.SEORANG BOCAH PALESTINA BUNUH GEORGE W. BUSH
2008-04-02 10:43:45

.PEMBANGUNAN PEMUKIMAN BARU ZIONIS, GANJAL UPAYA DAMAI PALESTINA-ISRAEL
2008-04-01 14:03:31

.ISRAEL SELUNDUPKAN MAKANAN KADALUARSA UNTUK ANAK-ANAK PALESTINA
2008-04-01 13:58:38

.KHALID MISYAAL UNDANG MAHMUD ABBAS KE GAZA, UNTUK BERDIALOG TANPA SYARAT
2008-03-31 17:18:01