Berita Artikel Galeri Tentang KISPA Wakaf Quran Infaq Palestina Infaq Peduli Negri Kontak Kami


Ustadz Bachtiar Nasir Lc, Menerima Mushaf Masjid Al Aqsha di Depan Gedung KBRI Yordania


Ketua KISPA, Pimpinan ADzikra Travel dan Jomah Al Najjar, Chairman of Palestinian Welfare Haouse SOCIETY / Baitul Khair, Gaza, Palestina, Siaran Langsung di Radio Dakta, Bekasi, Jawa Barat


Radio Dakta Bekasi, Jawa Barat Menerima Mushaf Masjid Al Aqsha


Ketua KISPA Menerima Cendramata dari Jomah Al Najjar, Chairman of Palestinian Welfare Haouse SOCIETY / Baitul Khair, Gaza, Palestina


Wakil Ketua KISPA Menerima Cendramata dari Jomah Al Najjar, Chairman of Palestinian Welfare Haouse SOCIETY / Baitul Khair, Gaza, Palestina


Bukti Serah Terima Bantuan untuk Rakyat Gaza Via Baitul Khair, Gaza, Palestina


Jomah Al Najjar, Chairman of Palestinian Welfare Haouse SOCIETY / Baitul Khair Palestin Menyerahkan Laporan Proyek KISPA di Gaza, Palestina


Pengurus KISPA Berziarah ke Kuburan Syuhada (Insya Allah) Freedom Flotilla (Mavi Marmara),Istanbul,Turki


Buku Mavi Marmara Menembus Gaza, Berada di Toko Buku IHH, Istanbul, Turki


Pengurus KISPA di Kantor IHH Istanbul,Turki


ABDALRAHIM M. SHEHAB (The Islamic Society, member of the Union of NGO's of The Islamic World) dari Gaza Menerima Mushaf Masjid Al Aqsha


ABDALRAHIM M. SHEHAB (The Islamic Society, member of the Union of NGO's of The Islamic World) dari Gaza Menerima Kalender KISPA 1433 H / 2012M


Pengurus KISPA Menjelaskan Program Wakaf Qur'an:Mushaf Masjid Al Aqsha Kepada ABDALRAHIM M. SHEHAB (The Islamic Society, member of the Union of NGO's of The Islamic World) dari Gaza


Wartawan Majalah Tarbawi Menerima Mushaf Masjid Al Aqsha dan Kalender KISPA 1433 H /2012M


Majelis Ta'lim Rumah Bersalin Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, Menerima Mushaf Masjid Al Aqsha





WAKAF AL-QUR’AN KISPA

PROGRAM WAKAF AL-QUR’AN KISPA
Dengan Uang Rp. 50.000,- Anda Sudah Dapat Mewakafkan Al-Qur’an Masjid Al-Aqsha dan Terjemahan Untuk Da’i, Santri Penghafal Al Qur’an dan Kaum Muslimin.
SALURKAN WAKAF ANDA
Bank Muamalat Indonesia
No. Rek. 311.02578.22
an. Eka Kurniawan
Telp. 259 58994
Hp. 0815 8546 1345
 email: wakafquran.kispa
@gmail.com



INFORMASI INFAQ
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Di INFORMASIKAN Kepada Bpk/Ibu/Sdr/i yang Berinfaq Melalui Transfer BMI, Kami akan update di www.kispa.org/infaq setelah kami mendapatkan Print Out dari pihak BMI per Tgl 14 Setiap Bulannya. Kecuali Infaq yang Langsung (tidak melalui Bank) atau mengirim tanda bukti transfer via fax. ke KISPA.

Wassalam,
KISPA
























































MENGENANG RANTISI: DOKTER YANG RINDU SYAHID
2008-04-11 13:24:43

MENGENANG RANTISI: DOKTER YANG RINDU SYAHID

Oleh:

H. Ferry nur S.Si/ Sekjen KISPA

ferryn2006@yahoo.co.id

 

 

kispa.org-Banyak dokter di muka bumi dengan berbagai macam keahlian dan spesialisasinya, tetapi sedikit sekali diantara mereka yang hafal Al Qur’an dan merindukan syahid di jalan Allah, diantara yang sedikit itu adalah dokter Abdul Aziz Rantisi.

Dokter Abdul Aziz  Rantisi lahir pada tanggal 23 Oktober 1947 di desa Bina, terletak dintara Askalan dan Yafa. Memiliki nama lengkap Abdul Aziz Ali Abdul Hafidz Ar Rantisi merupakan seorang dokter spesialis anak yang pernah bertugas di Rumah Sakit Naser, di lingkungan Kamp Khan Yunis, Jalur Gaza pada tahun 1976.

Beliau  aktif disejumlah organisasi dintaranya sebagai anggota Komite Islam, Organisasi Kedokteran Arab di Jalur Gaza. Menjadi dosen di Universitas Islam Gaza sejak dibuka pada tahun 1987 dengan memberikan mata kuliah Ilmu Genetik dan Parasit.

Abdul Aziz Rantisi merupakan murid dari Syekh Ahmad Yasin, tokoh spiritual, qiyadah/ pemimpin pejuang Palestina melawan penjajah Zionis Israel di abad modern ini.

Dibawah bimbingan Syekh Yasin, Abdul Aziz Rantisi dapat memahami arti kehidupan dan perjuangan untuk  meraih kesuksesan/ keberuntungan yang sesungguhnya, tegar dalam menghadapi cobaan, tidak terbuai dengan godaan dunia dan yang lebih penting lagi adalah bercita-citanya untuk mati syahid.

Beliau pernah dipenjara ditahanan Kaffar Yunah bersama Sang Guru, Syekh Ahmad Yasin dan beberapa pejuang Palestina lainnya dari Hamas. Di penjara tersebut Abdul Aziz Rantisi melakukan muraja’ah (mengulang) Al Qur’an yang sudah hafal diluar kepalanya sejak tahun 1990.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Untuk merealisasikan cita-citanya untuk mati syahid, selain berdo’a, beliau berjuang dengan ikhlas, tidak cinta dunia, tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, tidak mau kompromi dengan Zionis Israel, penjajah yang akan menghancurkan masjid Al Aqsha, kiblat umat Islam pertama.

Ketika Syekh Ahmad Yasin syahid, Senin, 22 Maret 2004 karena dirudal penjajah Zionis Israel. Maka estafeta/ kelanjutan tampuk qiyadah/ kepemimpinan Hamas diembannya dengan penuh tanggung jawab dan amanah.

Beliau sebagai qiyadah / pemimpin pengganti Syekh Ahmad Yasin sangat hati-hati terhadap uang atau materi dan amanah merupakan bagian dari hidupnya, sehingga beliau ditsiqahi (dipercaya) oleh pengikut dan pendukungnya.

Ada kata-kata hikmah yang menjelaskan Tiada Tsiqah Tanpa Amanah, artinya bagaimana mungkin seseorang akan tsiqah (percaya) kalau orang yang diberi amanah apalagi sebagai qiyadah/ pemimpin dalam bermuamalah dengan anggota atau umat tidak amanah, berbohong, bersilat lidah untuk memperkaya diri atau menyelamat diri sendiri.

Syekh Abu Bakar Al ‘Awawidah, anggota Rabithah Ulama Palestina di Suriah ketika berkunjung ke Indonesia, tepatnya hari Jum’at, 28 September 2007 /17 Ramadhan 1428H bercerita kepada penulis tentang saat - saat terakhir kehidupan dr. Abdul Aziz Rantisi setelah dihantam roket penjajah Zionis Israel, Ketika badannya dipenuhi darah, kondisi sudah mulai agak lemah, beliau (Abdul Aziz Rantisi) menunjuk ke kantong celananya, pengawalnya tidak paham apa maksudnya, setelah tangan pengawalnya dimasukkan ke kantong celana dr. Abdul Aziz Rantisi tampaklah beberapa uang,  dr. Abdul Aziz Rantisi dengan kondisi tubuh yang sudah lemah meyampaikan pesan kepada pengawalnya, berikan uang tersebut kepada si fulan, Subhanallah, Allah memberikan kesempatan dan peluang kepada dr. Abdul Aziz Rantisi untuk meninggalkan dunia tanpa beban dan hutang serta menunaikan amanah untuk disampaikan kepada yan berhak.

Bahkan sehari sebelum dihantam roket penjajah Zionis Israel, beliau sudah mengambil uang tabungan gajinya selama mengajar di Universitas Islam Gaza dan menghitung hutang yang akan dilunasinya. Termasuk beliau memberikan bantuan untuk biaya pernikahan anaknya, Ahmad. Setelah  itu beliau berkata, Sekarang saya menemui Tuhanku dalam keadaan bersih. Saya tidak memiliki apa-apa dan tidak ada tanggungan apa-apa.

Pada hari Sabtu, 25 Shafar 1425/ 17 April 2004 , dokter yang rindu syahid, dr. Abdul Aziz Rantisi dihantam rudal zionis Israel, Innalillahi wainna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali),QS: Al Baqarah/ 2 : 156, maka tercapailah keinginannya seperti kalimat yang  pernah dia ucapkannya: Kita akan mati suatu hari nanti, tiada apa yang dapat mengubahnya. Jika maut disebabkan Apache(helikopter tempur buatan Amerika) atau serangan jantung, saya lebih rela memilih Apache..".

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.(QS: Ali Imran/3: 169).




Lainnya:

.ISRAEL HENTIKAN LAGI PASOKAN BAHAN BAKAR
2008-04-11 13:08:17

.KOMANDAN ZIONIS ISRAEL TEWAS DALAM PERTEMPURAN DI WILAYAH SELATAN JALUR GAZA
2008-04-10 10:55:10

.RICHARD FALK, PERILAKU ISRAEL SAMA DENGAN PERILAKU NAZI
2008-04-09 13:20:44

.KELOMPOK KIRI ISRAEL AKAN GELAR "OPERASI PENGUSIRAN" ORANG-ORANG ARAB
2008-04-04 14:07:33

.TRAUMA ANAK-ANAK PALESTINA,
2008-04-03 14:27:44