Halaman Depan | Arsip Berita | Arsip Artikel | Galeri Foto | Tentang KISPA | Infaq | Hubungi Kami


Penyerahan Infaq Palestina dari Majelis Ta'lim Sucofindo, Pancoran Jakarta Selatan


Jama'ah Masjid At-Taqwa Villa Balaraja Tangerang Banten


Siswa-Siswi MAN Madrasah Insan Cendikia-Tangerang setelah menyaksikan Film Dokumenter Palestina


Ketua KISPA Membacakan Surat Pengangkatan Kepengurusan KISPA Periode 2009-2014


Pelantikan Pengurus KISPA Periode 2009-2014


Pembacaan Ikrar Pengurus KISPA Periode 2009-2014


Pelantikan Pengurus KISPA Periode 2009-2014


Pelantikan Pengurus KISPA Periode 2009-2014


Pelantikan Pengurus KISPA Periode 2009-2014


Karyawan Menara XL Mega Kuningan Jakarta Pusat, menyaksikan Film Dokumenter Agresi Israel ke Palestina


Jama'ah Ibu-ibu Masjid Istiqomah Cempaka Putih Timur Jak-Tim, Menyaksikan Film Dokumenter Agresi Israel ke Palestina


Jama'ah Masjid Istiqomah Cempaka Putih Timur Jak-Tim, Menyaksikan Film Dokumenter Agresi Israel ke Palestina


H. Ferry Nur S.Si, (Ketua KISPA Terpilih) Di Musyawarah KISPA, MUI Jl. Proklamasi Jakarta Pusat


Dr. H. A. Sumargono (Dewan Pertimbangan KISPA) Di Musyawarah KISPA, MUI Jl. Proklamasi Jakarta Pusat


Perwakilan MUI Bpk. Ya'kub Di Musyawarah KISPA, MUI Jl. Proklamasi Jakarta Pusat


Dr. Muhammad Noer (Dewan Pertimbangan KISPA) Di Musyawarah KISPA, MUI Jl. Proklamasi Jakarta Pusat


Drs. Almuzzammil Yusuf (Dewan Pertimbangan KISPA) Di Musyawarah KISPA, MUI Jl. Proklamasi Jakarta Pusat


Peserta Musyawarah KISPA, MUI Jl. Proklamasi Jakarta Pusat


Peserta Musyawarah KISPA, MUI Jl. Proklamasi Jakarta Pusat


Musyawarah KISPA, MUI Jl. Proklamasi Jakarta Pusat


Do'a Penutup dalam Orientasi Sehari tentang Palestina & Masjid Al-Aqsha


Peserta dan Panitia saling berjabatan tangan dalam Orientasi Sehari tentang Palestina & Masjid Al-Aqsha


Penyerahan Cenderamata untuk MT. Telkomsel di Orientasi Sehari tentang Palestina & Masjid Al-Aqsha


Peserta Akhwat Orientasi Sehari tentang Palestina & Masjid Al-Aqsha


Peserta Orientasi Sehari tentang Palestina & Masjid Al-Aqsha


Bukti Penyerahan Dana KISPA Untuk Palestina


PIN Palestina


CD & VCD Dokumenter Agresi Isreal ke GAZA


Penyerahan Bantuan untuk Rakyat Palestina di Gaza dari Karyawan Telkomsel via KISPA





SEKJEN KISPA DI DEPAN GERBANG RAFAH, MESIR


Relawan Kemanusiaan KISPA di depan Ambulance yang Akan diberikan Kepada Rakyat Gaza, Palestina


Relawan Kemanusiaan KISPA dan BAZNAS foto bersama Bpk. A.M. Fachir, Dubes RI di Mesir


Penyerahan Infaq Palestina dari Majelis Ta'lim Telkomsel, Jl. Gatot Subroto-Jakarta Selatan


Tsabit Sadewo Hardjito, 4 Tahun Mewakili Murid Madrasah Istiqlal Menyerahkan Bantuan Gaza


Paguyuban Pemulung Kebayoran Lama Peduli Gaza


Ust. Arifin Ilham pimpin do'a untuk Palestina


KISPA TELAH SERAHKAN INFAQ PALESTINA KEPADA SYEKH SHEYAM ( Khatib & Imam Masjid Al-Aqsha) sebesar Rp. 301.863.730,- (Dengan Rincian EURO 10 + RM 1 + US$ 32.011 X Rp. 9.430,- = Rp. 301.863.730,-)


Bukti Penyerahan Bantuan Untuk Rakyat PALESTINA via Rais Rabithoh Ulama Palestina di Suriah


KISPA TELAH SERAHKAN INFAQ PALESTINA KEPADA SYEKH SHEYAM ( Khatib & Imam Masjid Al-Aqsha) sebesar Rp. 250.127.760 (Dengan Rincian $ 27.120 x Rp. 9.233,- = Rp. 250.127.760,-)


KISPA Mendapat Bantuan 1 Set Komputer & Printer dari ZIS Indosat Pusat, Jakarta


Sekjen KISPA Bersama Raid Shalah, Ketua Gerakan Islam Palestina 48, Istanbul, Turki


TELAH DISERAHKAN INFAQ PALESTINA DARI KISPA SEBESAR RP. 104.955.000,- ( Rincian: USD $ 11400 x Rp. 9.190 = Rp. 104.766.000,- + SIN $ 30 (Singapore) x Rp. 6.300 = Rp. 189.000,-)

INFORMASI INFAQ
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Di INFORMASIKAN Kepada Bpk/Ibu/Sdr/i yang Berinfaq Melalui Transfer BMI, Kami akan update di www.kispa.org/infaq setelah kami mendapatkan Print Out dari pihak BMI per Tgl 14 Setiap Bulannya. Kecuali Infaq yang Langsung (tidak melalui Bank) atau mengirim tanda bukti transfer via fax. ke KISPA.

Wassalam,
KISPA







www.majelisazzikra.org




www. infopalestina.com












MENGENANG RANTISI: DOKTER YANG RINDU SYAHID
2008-04-11 13:24:43

MENGENANG RANTISI: DOKTER YANG RINDU SYAHID

Oleh:

H. Ferry nur S.Si/ Sekjen KISPA

ferryn2006@yahoo.co.id

 

 

kispa.org-Banyak dokter di muka bumi dengan berbagai macam keahlian dan spesialisasinya, tetapi sedikit sekali diantara mereka yang hafal Al Qur’an dan merindukan syahid di jalan Allah, diantara yang sedikit itu adalah dokter Abdul Aziz Rantisi.

Dokter Abdul Aziz  Rantisi lahir pada tanggal 23 Oktober 1947 di desa Bina, terletak dintara Askalan dan Yafa. Memiliki nama lengkap Abdul Aziz Ali Abdul Hafidz Ar Rantisi merupakan seorang dokter spesialis anak yang pernah bertugas di Rumah Sakit Naser, di lingkungan Kamp Khan Yunis, Jalur Gaza pada tahun 1976.

Beliau  aktif disejumlah organisasi dintaranya sebagai anggota Komite Islam, Organisasi Kedokteran Arab di Jalur Gaza. Menjadi dosen di Universitas Islam Gaza sejak dibuka pada tahun 1987 dengan memberikan mata kuliah Ilmu Genetik dan Parasit.

Abdul Aziz Rantisi merupakan murid dari Syekh Ahmad Yasin, tokoh spiritual, qiyadah/ pemimpin pejuang Palestina melawan penjajah Zionis Israel di abad modern ini.

Dibawah bimbingan Syekh Yasin, Abdul Aziz Rantisi dapat memahami arti kehidupan dan perjuangan untuk  meraih kesuksesan/ keberuntungan yang sesungguhnya, tegar dalam menghadapi cobaan, tidak terbuai dengan godaan dunia dan yang lebih penting lagi adalah bercita-citanya untuk mati syahid.

Beliau pernah dipenjara ditahanan Kaffar Yunah bersama Sang Guru, Syekh Ahmad Yasin dan beberapa pejuang Palestina lainnya dari Hamas. Di penjara tersebut Abdul Aziz Rantisi melakukan muraja’ah (mengulang) Al Qur’an yang sudah hafal diluar kepalanya sejak tahun 1990.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Untuk merealisasikan cita-citanya untuk mati syahid, selain berdo’a, beliau berjuang dengan ikhlas, tidak cinta dunia, tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, tidak mau kompromi dengan Zionis Israel, penjajah yang akan menghancurkan masjid Al Aqsha, kiblat umat Islam pertama.

Ketika Syekh Ahmad Yasin syahid, Senin, 22 Maret 2004 karena dirudal penjajah Zionis Israel. Maka estafeta/ kelanjutan tampuk qiyadah/ kepemimpinan Hamas diembannya dengan penuh tanggung jawab dan amanah.

Beliau sebagai qiyadah / pemimpin pengganti Syekh Ahmad Yasin sangat hati-hati terhadap uang atau materi dan amanah merupakan bagian dari hidupnya, sehingga beliau ditsiqahi (dipercaya) oleh pengikut dan pendukungnya.

Ada kata-kata hikmah yang menjelaskan Tiada Tsiqah Tanpa Amanah, artinya bagaimana mungkin seseorang akan tsiqah (percaya) kalau orang yang diberi amanah apalagi sebagai qiyadah/ pemimpin dalam bermuamalah dengan anggota atau umat tidak amanah, berbohong, bersilat lidah untuk memperkaya diri atau menyelamat diri sendiri.

Syekh Abu Bakar Al ‘Awawidah, anggota Rabithah Ulama Palestina di Suriah ketika berkunjung ke Indonesia, tepatnya hari Jum’at, 28 September 2007 /17 Ramadhan 1428H bercerita kepada penulis tentang saat - saat terakhir kehidupan dr. Abdul Aziz Rantisi setelah dihantam roket penjajah Zionis Israel, Ketika badannya dipenuhi darah, kondisi sudah mulai agak lemah, beliau (Abdul Aziz Rantisi) menunjuk ke kantong celananya, pengawalnya tidak paham apa maksudnya, setelah tangan pengawalnya dimasukkan ke kantong celana dr. Abdul Aziz Rantisi tampaklah beberapa uang,  dr. Abdul Aziz Rantisi dengan kondisi tubuh yang sudah lemah meyampaikan pesan kepada pengawalnya, berikan uang tersebut kepada si fulan, Subhanallah, Allah memberikan kesempatan dan peluang kepada dr. Abdul Aziz Rantisi untuk meninggalkan dunia tanpa beban dan hutang serta menunaikan amanah untuk disampaikan kepada yan berhak.

Bahkan sehari sebelum dihantam roket penjajah Zionis Israel, beliau sudah mengambil uang tabungan gajinya selama mengajar di Universitas Islam Gaza dan menghitung hutang yang akan dilunasinya. Termasuk beliau memberikan bantuan untuk biaya pernikahan anaknya, Ahmad. Setelah  itu beliau berkata, Sekarang saya menemui Tuhanku dalam keadaan bersih. Saya tidak memiliki apa-apa dan tidak ada tanggungan apa-apa.

Pada hari Sabtu, 25 Shafar 1425/ 17 April 2004 , dokter yang rindu syahid, dr. Abdul Aziz Rantisi dihantam rudal zionis Israel, Innalillahi wainna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali),QS: Al Baqarah/ 2 : 156, maka tercapailah keinginannya seperti kalimat yang  pernah dia ucapkannya: Kita akan mati suatu hari nanti, tiada apa yang dapat mengubahnya. Jika maut disebabkan Apache(helikopter tempur buatan Amerika) atau serangan jantung, saya lebih rela memilih Apache..".

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.(QS: Ali Imran/3: 169).




Lainnya:

.ISRAEL HENTIKAN LAGI PASOKAN BAHAN BAKAR
2008-04-11 13:08:17

.KOMANDAN ZIONIS ISRAEL TEWAS DALAM PERTEMPURAN DI WILAYAH SELATAN JALUR GAZA
2008-04-10 10:55:10

.RICHARD FALK, PERILAKU ISRAEL SAMA DENGAN PERILAKU NAZI
2008-04-09 13:20:44

.KELOMPOK KIRI ISRAEL AKAN GELAR "OPERASI PENGUSIRAN" ORANG-ORANG ARAB
2008-04-04 14:07:33

.TRAUMA ANAK-ANAK PALESTINA,
2008-04-03 14:27:44