Halaman Depan | Arsip Berita | Arsip Artikel | Galeri Foto | Tentang KISPA | Infaq | Hubungi Kami


Jama'ah Shalat Subuh Mushalla Nurul Haq Kenegarian Pauh Kec. Lubuk Sikaping, Pasaman Timur-Sumbar


Jama'ah Shalat Subuh Masjid Istiqomah Kaniang Bukit Payakumbuh Utara, Sumbar


Peserta Diskusi di Koperasi Guru-guru Payakumbuh Utara, Sumbar, mendapatkan Kalender KISPA


Syeikh Mustafa Kamal (Pimpinan Tarekat Naqsabandiyah) menyerhakan Infaq Palestina dari Jama'ah Surau Lubuak Landua Pasaman Barat, Sumbar


Syeikh Mustafa Kamal (Pimpinan Tarekat Naqsabandiyah) Pasaman Barat, Sumbar, menerima Kalender KISPA 2009


Jama'ah Shalat Zuhur Masjid Al-Mukhlisin Kampung Cino, Payakumbuh - Sumbar.


Jama'ah Kuliah Dhuha Pegawai Mahkamah Konstitusi Jakarta Pusat selelah Mendapatkan Kalender KISPA 2009


Jama'ah Kuliah Zuhur Masjid Al-Istiqomah, Telkom Gatot Subroto Jakarta Selatan setelah Mendapatkan Kalender KISPA 2009


Jama'ah Tabligh Akbar Al-Aqsha Haqquna, Masjid Raya Bandung


Jama'ah Tabligh Akbar Al-Aqsha Haqquna, Masjid Raya Bandung


Sekjen KISPA Di Acara Tabligh Akbar Al-Aqsha Haqquna, Masjid Raya Bandung


Peserta Seminar Al-Aqsha Haqquna, Bandung


Sekjen KISPA Di Acara Seminar Al-Aqsha Haqquna, Bandung


Mufti Palestina Dr. Ikrimah Shabri bersama Menlu RI dalam acara Konferensi Internasional untuk Membantu Palestina di Jakarta


Peserta Konferensi Internasional untuk Membantu Palestina di Jakarta


Peserta Konferensi Internasional untuk Membantu Palestina di Jakarta


Mufti Palestina Dr. Ikrimah Shabri bersama Dr. H. Shobahussurur, MA. (ketua masjid Agung Al-Azhar Jakarta Selatan)


Penyerahan Infaq Palestina dari Peserta Jurnalistik Fair “ Meretas Catatan Palestina” Univ. UIN Sunan Gunung Jati - Bandung


Jurnalistik Fair “ Meretas Catatan Palestina” Univ. UIN Sunan Gunung Jati - Bandung


Peserta Jurnalistik Fair “ Meretas Catatan Palestina” Univ. UIN Sunan Gunung Jati - Bandung


Sekjen KISPA beserta Pengurus Menyerahkan Infaq PALESTINA Kepada Syekh Sheyam (Imam Masjid Al-Aqsha Th. 1984-1988) di Sekretariat KISPA


KISPA TELAH SERAHKAN INFAQ PALESTINA KEPADA SYEKH SHEYAM ( Khatib & Imam Masjid Al-Aqsha) sebesar Rp. 301.863.730,- (Dengan Rincian EURO 10 + RM 1 + US$ 32.011 X Rp. 9.430,- = Rp. 301.863.730,-)


Sekjen KISPA di makam Panglima Islam Shalhuddin Al-Ayyubi di Damaskus, Suriah


Sekjen KISPA Menyerahkan Bantuan Untuk Rakyat PALESTINA di Suriah


Bukti Penyerahan Bantuan Untuk Rakyat PALESTINA via Rais Rabithoh Ulama Palestina di Suriah


Sekjen KISPA Menyerahkan Infaq PALESTINA Kepada Syekh Sheyam (Imam Masjid Al-Aqsha Th. 1984-1988) di Sana'a, Yaman.


KISPA TELAH SERAHKAN INFAQ PALESTINA KEPADA SYEKH SHEYAM ( Khatib & Imam Masjid Al-Aqsha) sebesar Rp. 250.127.760 (Dengan Rincian $ 27.120 x Rp. 9.233,- = Rp. 250.127.760,-)


KISPA Mendapat Bantuan 1 Set Komputer & Printer dari ZIS Indosat Pusat, Jakarta


KAOS PALESTINA "AR-RANTISI"


Sekjen KISPA Bersama Raid Shalah, Ketua Gerakan Islam Palestina 48, Istanbul, Turki


Sekjen KISPA Bersama Syekh Abdul Latif, Imam Masjid Huseyin Aga Cami 1597 Istanbul, Turki


TELAH DISERAHKAN INFAQ PALESTINA DARI KISPA SEBESAR RP. 104.955.000,- ( Rincian: USD $ 11400 x Rp. 9.190 = Rp. 104.766.000,- + SIN $ 30 (Singapore) x Rp. 6.300 = Rp. 189.000,-)


DAPATKAN BUKU BARU: "PALESTINA: PERTANYAAN BERJAWAB"


TABUNGAN UNTUK PALESTINA OLEH JAMA'AH MASJID AL-IMAN CIPINANG ELOK, JAK-TIM

INFORMASI INFAQ
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Di INFORMASIKAN Kepada Bpk/Ibu/Sdr/i yang Berinfaq Melalui Transfer BMI, Kami akan update di www.kispa.org/infaq setelah kami mendapatkan Print Out dari pihak BMI per Tgl 14 Setiap Bulannya. Kecuali Infaq yang Langsung (tidak melalui Bank) atau mengirim tanda bukti transfer via fax. ke KISPA.

Wassalam,
KISPA



















www.bamnas.org







DERITA RAKYAT GAZA AKIBAT BLOKADE ISRAEL



MENGENANG RANTISI: DOKTER YANG RINDU SYAHID
2008-04-11 13:24:43

MENGENANG RANTISI: DOKTER YANG RINDU SYAHID

Oleh:

H. Ferry nur S.Si/ Sekjen KISPA

ferryn2006@yahoo.co.id

 

 

kispa.org-Banyak dokter di muka bumi dengan berbagai macam keahlian dan spesialisasinya, tetapi sedikit sekali diantara mereka yang hafal Al Qur’an dan merindukan syahid di jalan Allah, diantara yang sedikit itu adalah dokter Abdul Aziz Rantisi.

Dokter Abdul Aziz  Rantisi lahir pada tanggal 23 Oktober 1947 di desa Bina, terletak dintara Askalan dan Yafa. Memiliki nama lengkap Abdul Aziz Ali Abdul Hafidz Ar Rantisi merupakan seorang dokter spesialis anak yang pernah bertugas di Rumah Sakit Naser, di lingkungan Kamp Khan Yunis, Jalur Gaza pada tahun 1976.

Beliau  aktif disejumlah organisasi dintaranya sebagai anggota Komite Islam, Organisasi Kedokteran Arab di Jalur Gaza. Menjadi dosen di Universitas Islam Gaza sejak dibuka pada tahun 1987 dengan memberikan mata kuliah Ilmu Genetik dan Parasit.

Abdul Aziz Rantisi merupakan murid dari Syekh Ahmad Yasin, tokoh spiritual, qiyadah/ pemimpin pejuang Palestina melawan penjajah Zionis Israel di abad modern ini.

Dibawah bimbingan Syekh Yasin, Abdul Aziz Rantisi dapat memahami arti kehidupan dan perjuangan untuk  meraih kesuksesan/ keberuntungan yang sesungguhnya, tegar dalam menghadapi cobaan, tidak terbuai dengan godaan dunia dan yang lebih penting lagi adalah bercita-citanya untuk mati syahid.

Beliau pernah dipenjara ditahanan Kaffar Yunah bersama Sang Guru, Syekh Ahmad Yasin dan beberapa pejuang Palestina lainnya dari Hamas. Di penjara tersebut Abdul Aziz Rantisi melakukan muraja’ah (mengulang) Al Qur’an yang sudah hafal diluar kepalanya sejak tahun 1990.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Untuk merealisasikan cita-citanya untuk mati syahid, selain berdo’a, beliau berjuang dengan ikhlas, tidak cinta dunia, tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, tidak mau kompromi dengan Zionis Israel, penjajah yang akan menghancurkan masjid Al Aqsha, kiblat umat Islam pertama.

Ketika Syekh Ahmad Yasin syahid, Senin, 22 Maret 2004 karena dirudal penjajah Zionis Israel. Maka estafeta/ kelanjutan tampuk qiyadah/ kepemimpinan Hamas diembannya dengan penuh tanggung jawab dan amanah.

Beliau sebagai qiyadah / pemimpin pengganti Syekh Ahmad Yasin sangat hati-hati terhadap uang atau materi dan amanah merupakan bagian dari hidupnya, sehingga beliau ditsiqahi (dipercaya) oleh pengikut dan pendukungnya.

Ada kata-kata hikmah yang menjelaskan Tiada Tsiqah Tanpa Amanah, artinya bagaimana mungkin seseorang akan tsiqah (percaya) kalau orang yang diberi amanah apalagi sebagai qiyadah/ pemimpin dalam bermuamalah dengan anggota atau umat tidak amanah, berbohong, bersilat lidah untuk memperkaya diri atau menyelamat diri sendiri.

Syekh Abu Bakar Al ‘Awawidah, anggota Rabithah Ulama Palestina di Suriah ketika berkunjung ke Indonesia, tepatnya hari Jum’at, 28 September 2007 /17 Ramadhan 1428H bercerita kepada penulis tentang saat - saat terakhir kehidupan dr. Abdul Aziz Rantisi setelah dihantam roket penjajah Zionis Israel, Ketika badannya dipenuhi darah, kondisi sudah mulai agak lemah, beliau (Abdul Aziz Rantisi) menunjuk ke kantong celananya, pengawalnya tidak paham apa maksudnya, setelah tangan pengawalnya dimasukkan ke kantong celana dr. Abdul Aziz Rantisi tampaklah beberapa uang,  dr. Abdul Aziz Rantisi dengan kondisi tubuh yang sudah lemah meyampaikan pesan kepada pengawalnya, berikan uang tersebut kepada si fulan, Subhanallah, Allah memberikan kesempatan dan peluang kepada dr. Abdul Aziz Rantisi untuk meninggalkan dunia tanpa beban dan hutang serta menunaikan amanah untuk disampaikan kepada yan berhak.

Bahkan sehari sebelum dihantam roket penjajah Zionis Israel, beliau sudah mengambil uang tabungan gajinya selama mengajar di Universitas Islam Gaza dan menghitung hutang yang akan dilunasinya. Termasuk beliau memberikan bantuan untuk biaya pernikahan anaknya, Ahmad. Setelah  itu beliau berkata, Sekarang saya menemui Tuhanku dalam keadaan bersih. Saya tidak memiliki apa-apa dan tidak ada tanggungan apa-apa.

Pada hari Sabtu, 25 Shafar 1425/ 17 April 2004 , dokter yang rindu syahid, dr. Abdul Aziz Rantisi dihantam rudal zionis Israel, Innalillahi wainna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali),QS: Al Baqarah/ 2 : 156, maka tercapailah keinginannya seperti kalimat yang  pernah dia ucapkannya: Kita akan mati suatu hari nanti, tiada apa yang dapat mengubahnya. Jika maut disebabkan Apache(helikopter tempur buatan Amerika) atau serangan jantung, saya lebih rela memilih Apache..".

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.(QS: Ali Imran/3: 169).




Lainnya:

ISRAEL HENTIKAN LAGI PASOKAN BAHAN BAKAR
2008-04-11 13:08:17

KOMANDAN ZIONIS ISRAEL TEWAS DALAM PERTEMPURAN DI WILAYAH SELATAN JALUR GAZA
2008-04-10 10:55:10

RICHARD FALK, PERILAKU ISRAEL SAMA DENGAN PERILAKU NAZI
2008-04-09 13:20:44