HAMAS AKAN SETUJUI GENCATAN SENJATA
2008-04-23 16:22:39
kispa.org - GAZA CITY -- Juru bicara Hamas, Ghazi Hamad, Selasa (22/4) mengatakan Hamas telah memperlunak sikapnya terkait upaya mewujudkan genjatan senjata dengan Israel. Menurut dia, Hamas kini sedang mempersiapkan diri untuk melakukan genjatan secara parsial di Jalur Gaza. Usulan tersebut telah diserahkan Hamas ke pihak mediator, Mesir.
Ini sebuah langkah dramatik yang ditempuh Hamas karena sebelumnya selalu menuntut Tepi Barat juga dimasukkan dalam segala bentuk kesepakatan --termasuk dalam upaya mewujudkan genjatan senjata. Hamas berharap genjatan senjata di Jalur Gaza juga akan terwujud di Tepi Barat. Hamas juga menuntut kompensasi atas kesediaan melakukan genjatan senjata.
Hamad mengatakan Hamas menuntut Israel dan Mesir membuka jalur perdagangan dan penyeberangan ke Jalur Gaza. Ia mengungkapkan selama ini perbatasan telah ditutup sejak Hamas mengambil alih kendali di Jalur Gaza sejak Juni tahun lalu. ''Kini mediator, Mesir masih menunggu respons Israel atas tawaran Hamas itu,'' katanya.
Terkait pernyataan Carter pada Senin (21/4) yang menyatakan Hamas siap menerima Israel sebagai tetangga dan hidup berdampingan dengan damai, Gedung Putih menanggapinya secara hati-hati. ''Kami tak menerima sepenuhnya,'' kata Jubir Gedung Putih, Dana Perino, saat menaiki Air Force One bersama Presiden George W Bush, menuju New Orleans, kemarin.
Perino mengatakan pemerintah AS masih harus memperhatikan komentar publik dan aksi yang dilakukan Hamas di lapangan. Menurut dia, aksi berbunyi lebih keras dibandingkan kata-kata. Ia juga menegaskan kembali bahwa pemerintahan Bush menentang pertemuan yang dilakukan Carter dengan pemimpin Hamas. Ia menilai Hamas masih terus melakukan kekerasan.
Israel sendiri menilai misi mantan presiden AS, Jimmy Carter, agar terwujud genjatan senjata dengan Hamas di Jalur Gaza gagal. Pejabat senior kementerian pertahanan Israel, Amos Gilad, mengatakan Hamas tak menunjukkan hal baru terkait genjatan senjata dengan Israel di Jalur Gaza ketika bertemu Carter.
Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (Kispa), Ferry Nur, melalui pesan pendek yang dikirim kepada Republika, dari Sana'a, Yaman, kemarin, mengatakan pertemuan Carter dengan pemimpin Hamas membuktikan bahwa Hamas adalah kelompok perlawanan bukan teroris sebagaimana tudingan Zionis Israel dan Bush.
''Saat ini, kesempatan emas bagi masyarakat dunia, khususnya Israel dan AS untuk membuktikan siapa yang sesungguhnya cinta perdamaian. Tentunya dengan memberi kesempatan bagi rakyat Palestina kembali ke Gaza dan Tepi Barat dengan ibu kota Al-Quds. Indonesia bisa berperan memantau pelaksanaan usulan Hamas ini,'' kata Ferry.
Lainnya:
.HAMAS TEGASKAN YERUSALEM HARUS JADI IBUKOTA PALESTINA, TOLAK AKUI ISRAEL
2008-04-22 14:43:41
.ANAK-ANAK CACAT AKIBAT SERANGAN ISRAEL SERU DUNIA HENTIKAN BLOKADE
2008-04-21 14:44:18
.HAMAS: ISRAEL KOBARKAN PERANG TERBUKA
2008-04-18 14:53:19
.ISRAEL TUTUP SEMUA PERBATASAN GAZA DAN TEPI BARAT
2008-04-18 14:44:59
.BARAK OBAMA, "SAYA AKAN MELAKUKAN APAPUN UNTUK ISRAEL"
2008-04-18 14:40:42





.jpg)








