WAWANCARA DENGAN SYEIKH ABU BAKAR AL-AWAWIDAH
2009-04-22 17:34:43

Syeikh Abu Bakar al-Awawidah
Wawacara dengan Syeikh Abu Bakar al-Awawidah
Oleh Chairul Akhmad dan Erdy Nasrul
Wawacara dengan Syeikh Abu Bakar al-Awawidah
Oleh Chairul Akhmad dan Erdy Nasrul
kispa.org-Perang Gaza memang telah usai beberapa waktu lalu. Namun duka dan kepedihan yang diakibatkannya masih terekam jelas dalam benak dan hati kaum Muslimin Palestina.
Walau begitu mereka tak akan pernah menyerah, apalagi berputus asa, karena jihad adalah perjuangan mulia dan syahid adalah cita-cita tertinggi mereka. Buktinya, Zionis Israel secara sepihak menghentikan serangan dan melakukan gencatan senjata.
Kota Gaza memang porak-poranda dan hancur lebur, namun tidak dengan semangat juang para penduduknya.
Di tengah proses rekonstruksi yang kini berjalan, beberapa tokoh Hamas melakukan perjalanan ke berbagai negara Muslim, untuk mengabarkan kondisi Gaza dan mengajak mereka untuk turut serta dan berperan dalam membantu perjuangan Palestina.
Salah satunya adalah Syeikh Abu Bakar al-Awawidah, anggota Rabithah Ulama Palestina, yang berkunjung ke Indonesia awal April lalu. Di tengah-tengah kesibukannya bertemu dengan para ulama dan tokoh-tokoh Islam negeri ini, ia menyempatkan diri berkunjung ke kantor redaksi Sabili.
“Saya sangat bahagia bisa bertemu antum (Anda) semua di sini,” ujarnya ramah.
Kondisi fisik Syeikh al-Awawidah memang tidak sempurna, kedua matanya buta. Kebutaan yang dialaminya akibat kebrutalan tentara Israel yang menyiksanya dalam sel penjara.
“Saya tidak bisa melihat total setelah disiksa selama 54 hari berturut-turut,” tuturnya.
Kepala dan wajahnya dipukuli serdadu Israel dengan balok tanpa henti. Tak hanya pukulan, tentara Israel juga menyetrum Syeikh al-Awawidah dengan listrik tegangan tinggi. Inilah yang membuat kedua penglihatannya rusak dan tak berfungsi.
Syaikh Tarbiyah Muslim Palestina ini memang bolak-balik keluar masuk penjara Israel, karena aktifitasnya dalam mengobarkan semangat jihad dan perlawanan terhadap Yahudi.
Sebagai salah seorang ulama yang disegani di Palestina, ia tiada henti menyarankan umat Islam untuk bertarbiyah dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.
“Dalam tarbiyah, kami selalu berpedoman kepada dua hal, yaitu al-Qur’an dan sunnah, karena keduanya adalah manhaj. Kalau terus menyimpang dari keduanya, maka hanya kegagalan yang didapat,” tegasnya.
Hingga kini Syeikh al-Awawidah bermukim di Damaskus, Suriah setelah diusir dari tanah kelahirannya oleh Israel tahun 1992 silam. Ia dan rekan-rekannya mengayomi dan mengurus sekitar 500.000 orang pengungsi Palestina di Suriah.
Berikut percakapan redaksi Sabili dengan ulama yang juga dikenal akrab dengan alllahu yarham asy-Syahid Syeikh Ahmad Yassin –salah seorang tokoh pendiri Hamas.
Apa yang dilakukan umat Islam Palestina hingga bisa mencapai kemenangan?
Ada beberapa hal yang perlu diketahui umat Islam. Kemenangan kita kemarin tidak datang secara tiba-tiba. Kami melakukan tarbiyah terhadap diri kami, menahan diri untuk bersabar, dan terus bertahan selama lebih dari 60 tahun. Kami harus melalui proses dan tahapan-tahapan.
Sejak 1948, ketika Israel memproklamirkan kemerdekaannya di tanah Palestina, kami mulai berjihad. Sebelumnya, kami juga sudah berjihad melawan Inggris. Begitulah cobaan yang kami alami. Sekarang kami merasakan ini bukan lagi cobaan, tapi rahmat.
Dengan rahmat ini, kami rasakan proses tarbiyah yang menguatkan jati diri kami sebagai Muslim. Anak-anak, istri-istri dan semua generasi kami turut mengalami proses ini. Kami juga melakukan dakwah yang terus kami lakukan. Semuanya kami lakukan untuk meningkatkan iman, agar kami semakin yakin bahwa apa yang sedang kami lakukan adalah jalan yang diridhai Allah.
Setelah melalui proses yang lama, mulailah tumbuh semangat perjuangan, jihad, melawan Israel.
Apa saja dampak tarbiyah itu?
Dulu, tahun 1997, ada intifadhah, melakukan perlawanan menggunakan batu dan pisau.
Sekarang ini kami menggunakan senjata, bom dan ranjau-ranjau yang kami tanam. Salah satu roket kami yang awalnya hanya bisa mencapai jarak tembak 30 kilometer, kini telah berhasil dikembangkan hingga mampu menempuh jarak dua kali lipat.
Di Gaza kami membuat peluru-peluru, roket, ranjau, dengan tangan dan kemampuan sendiri.
Kenapa umat Islam Palestina harus melawan Israel?
Sejak 1948, sudah lebih dari 225.000 umat Islam Palestina menjadi syahid. Jumlah yang terluka dan tertawan sekitar dua kali lipat jumlah yang tewas. Alhamdulillah, akhirnya Allah membalas pengorbanan itu dengan rahmat, kemenangan, dan pertolongan. Perjuangan Palestina sekarang ini diwarnai dengan kepahlawanan mereka. Apalagi sekarang ini kami diembargo Israel dan negara-negara Arab. Makanan susah masuk Gaza. Mereka membunuh kami secara perlahan, membuat kami kelaparan. Tentara Israel juga menembakkan meriamnya ke Gaza.
Bersama kaum Muslimin Gaza, kami akan terus konsisten melawan kekejaman ini. Begitulah jalan perlawanan dan jihad di jalan Allah. Jalan termudah dan tercepat menuju surga Ilahi.
Apa yang dibela umat Islam Palestina?
Ketika melakukan jihad di Gaza, kami sadar bahwa kami adalah perwakilan dari umat Islam. Umat Islam mengamanahkan kepada kami untuk menjaga al-Aqsha dari cengkeraman Zionis Israel.
Kami bangga menjaganya.
Tanah itu adalah tanah wakaf umat Islam yang dulu pernah dijaga oleh Salahuddin al-Ayyubi dan Umar bin Khattab. Untuk menjaganya, kami mengikuti perintah Allah. Kami mempersiapkan peralatan perang untuk memberikan rasa takut kepada tentara Zionis Israel.
Sejak sepuluh tahun lalu, kami sudah mempersiapkan anak laki-laki kami dan muslimah-muslimah untuk menggantikan kami nantinya. Kami mendirikan madrasah-madrasah Islam.
Bagaimana rakyat Palestina mempertahankan al-Aqsha?
Kami yakin, setiap memilih suatu pilihan pasti akan mendapatkan konsekuensinya. Ketika kami memilih Palestina kami tahu konsekuensinya pengorbanan. Kami mengorbankan nyawa, darah, apa saja yang kami miliki demi meraih kemenangan. Ini sudah kami buktikan.
Kami merasakan sendiri ketika perang 23 hari kemarin, kami berhasil membuat pasukan Israel tunggang-langgang. Merekalah pasukan militer yang diakui cukup kuat di dunia. Mereka memiliki pesawat tempur hebat, senjata biologi, bahkan nuklir.
Mereka telah menjatuhkan sebanyak 1,5 juta kilogram bom, sama dengan jumlah total penduduk Gaza. Jadi, tiap satu orang penduduk Gaza mendapatkan sekilo bom dari Israel.
Meskipun demikian, kami menahan diri, bersabar, terus melakukan jihad dan perlawanan. Selama peperangan tidak ada satu pun rakyat Gaza yang mengungsi. Alhamdulillah, kemenangan tercapai. Inilah kemenangan Allah. Hanya Allah yang berhak kepada siapa kemenangan itu diberikan.
Dalam perang Gaza kemarin, berapa banyak tentara Israel yang tewas?
Jumlah mereka (serdadu Israel) yang tewas cukup banyak, hampir 1.000 orang.
Kenapa tidak ada beritanya di media massa?
Itulah Israel. Mereka tidak mau aibnya terbongkar dan diketahui dunia. Mereka sengaja menyembunyikan jumlah tentaranya yang tewas, karena ini menyangkut harga diri mereka. Padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang penakut dan pengecut, walau memiliki keunggulan lebih dalam masalah persenjataan dan peralatan tempur.
Namun, Allah SWT telah meniupkan rasa takut di hati mereka, hingga mereka tidak berani keluar dari tank ketika masuk Gaza. Sampai-sampai buang hajat pun mereka lakukan di dalam tank karena takut keluar.
Berapa banyak Mujahidin Hamas yang syahid dalam perang?
Ada sekitar 50 orang Mujahidin Hamas yang syahid dalam perang kemarin. Alhamdulillah, semangat para Mujahidin Hamas tidak pernah kendor, walau banyak rekan-rekan mereka yang jadi korban.
Justru mereka berbondong-bondong dan berlomba-lomba mengejar syahid. Ini yang perlu kalian ketahui, kekuatan militer yang kami kerahkan kemarin untuk bertempur melawan Israel baru lima persen saja.
Belum semuanya kami kerahkan. Baru sejumlah itu saja, pasukan Israel sudah tunggang-langgang.
Apa sebenarnya target Israel menyerang Gaza?
Target serangan Israel kali ini adalah penghancuran Islam di Gaza hingga ke akar-akarnya. Mereka ingin menghabisi syariat Islam yang sedang kami terapkan di sana. Begitu banyak yang harus diceritakan. Saya tidak mampu menggambarkan semuanya.
Anda bisa langsung bertanya kepada relawan-relawan seluruh dunia yang langsung datang melihat keadaan kami.
Apa nasehat anda untuk umat Islam Indonesia?
Kepada siapa pun yang meminta nasehat, saya selalu bertanya-tanya kenapa umat ini seakan enggan kembali kepada al-Qur’an dan sunnah Rasulullah. Dalam tarbiyah, kami selalu berpedoman kepada dua hal itu, karena keduanya adalah manhaj.
Kalau terus menyimpang dari keduanya, maka hanya kegagalan yang didapat. Ada juga yang banyak bicara tarbiyah, tapi tidak mempraktekkannya. Sistem politik, ekonomi, bahkan pendidikan anak, tidak bersyariat Islam.
Jika ingin kuat berpendirian sebagai Muslim sejati maka kembalilah kepada dua hal tadi! (Eman Mulyatman/sabili/din)
Walau begitu mereka tak akan pernah menyerah, apalagi berputus asa, karena jihad adalah perjuangan mulia dan syahid adalah cita-cita tertinggi mereka. Buktinya, Zionis Israel secara sepihak menghentikan serangan dan melakukan gencatan senjata.
Kota Gaza memang porak-poranda dan hancur lebur, namun tidak dengan semangat juang para penduduknya.
Di tengah proses rekonstruksi yang kini berjalan, beberapa tokoh Hamas melakukan perjalanan ke berbagai negara Muslim, untuk mengabarkan kondisi Gaza dan mengajak mereka untuk turut serta dan berperan dalam membantu perjuangan Palestina.
Salah satunya adalah Syeikh Abu Bakar al-Awawidah, anggota Rabithah Ulama Palestina, yang berkunjung ke Indonesia awal April lalu. Di tengah-tengah kesibukannya bertemu dengan para ulama dan tokoh-tokoh Islam negeri ini, ia menyempatkan diri berkunjung ke kantor redaksi Sabili.
“Saya sangat bahagia bisa bertemu antum (Anda) semua di sini,” ujarnya ramah.
Kondisi fisik Syeikh al-Awawidah memang tidak sempurna, kedua matanya buta. Kebutaan yang dialaminya akibat kebrutalan tentara Israel yang menyiksanya dalam sel penjara.
“Saya tidak bisa melihat total setelah disiksa selama 54 hari berturut-turut,” tuturnya.
Kepala dan wajahnya dipukuli serdadu Israel dengan balok tanpa henti. Tak hanya pukulan, tentara Israel juga menyetrum Syeikh al-Awawidah dengan listrik tegangan tinggi. Inilah yang membuat kedua penglihatannya rusak dan tak berfungsi.
Syaikh Tarbiyah Muslim Palestina ini memang bolak-balik keluar masuk penjara Israel, karena aktifitasnya dalam mengobarkan semangat jihad dan perlawanan terhadap Yahudi.
Sebagai salah seorang ulama yang disegani di Palestina, ia tiada henti menyarankan umat Islam untuk bertarbiyah dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.
“Dalam tarbiyah, kami selalu berpedoman kepada dua hal, yaitu al-Qur’an dan sunnah, karena keduanya adalah manhaj. Kalau terus menyimpang dari keduanya, maka hanya kegagalan yang didapat,” tegasnya.
Hingga kini Syeikh al-Awawidah bermukim di Damaskus, Suriah setelah diusir dari tanah kelahirannya oleh Israel tahun 1992 silam. Ia dan rekan-rekannya mengayomi dan mengurus sekitar 500.000 orang pengungsi Palestina di Suriah.
Berikut percakapan redaksi Sabili dengan ulama yang juga dikenal akrab dengan alllahu yarham asy-Syahid Syeikh Ahmad Yassin –salah seorang tokoh pendiri Hamas.
Apa yang dilakukan umat Islam Palestina hingga bisa mencapai kemenangan?
Ada beberapa hal yang perlu diketahui umat Islam. Kemenangan kita kemarin tidak datang secara tiba-tiba. Kami melakukan tarbiyah terhadap diri kami, menahan diri untuk bersabar, dan terus bertahan selama lebih dari 60 tahun. Kami harus melalui proses dan tahapan-tahapan.
Sejak 1948, ketika Israel memproklamirkan kemerdekaannya di tanah Palestina, kami mulai berjihad. Sebelumnya, kami juga sudah berjihad melawan Inggris. Begitulah cobaan yang kami alami. Sekarang kami merasakan ini bukan lagi cobaan, tapi rahmat.
Dengan rahmat ini, kami rasakan proses tarbiyah yang menguatkan jati diri kami sebagai Muslim. Anak-anak, istri-istri dan semua generasi kami turut mengalami proses ini. Kami juga melakukan dakwah yang terus kami lakukan. Semuanya kami lakukan untuk meningkatkan iman, agar kami semakin yakin bahwa apa yang sedang kami lakukan adalah jalan yang diridhai Allah.
Setelah melalui proses yang lama, mulailah tumbuh semangat perjuangan, jihad, melawan Israel.
Apa saja dampak tarbiyah itu?
Dulu, tahun 1997, ada intifadhah, melakukan perlawanan menggunakan batu dan pisau.
Sekarang ini kami menggunakan senjata, bom dan ranjau-ranjau yang kami tanam. Salah satu roket kami yang awalnya hanya bisa mencapai jarak tembak 30 kilometer, kini telah berhasil dikembangkan hingga mampu menempuh jarak dua kali lipat.
Di Gaza kami membuat peluru-peluru, roket, ranjau, dengan tangan dan kemampuan sendiri.
Kenapa umat Islam Palestina harus melawan Israel?
Sejak 1948, sudah lebih dari 225.000 umat Islam Palestina menjadi syahid. Jumlah yang terluka dan tertawan sekitar dua kali lipat jumlah yang tewas. Alhamdulillah, akhirnya Allah membalas pengorbanan itu dengan rahmat, kemenangan, dan pertolongan. Perjuangan Palestina sekarang ini diwarnai dengan kepahlawanan mereka. Apalagi sekarang ini kami diembargo Israel dan negara-negara Arab. Makanan susah masuk Gaza. Mereka membunuh kami secara perlahan, membuat kami kelaparan. Tentara Israel juga menembakkan meriamnya ke Gaza.
Bersama kaum Muslimin Gaza, kami akan terus konsisten melawan kekejaman ini. Begitulah jalan perlawanan dan jihad di jalan Allah. Jalan termudah dan tercepat menuju surga Ilahi.
Apa yang dibela umat Islam Palestina?
Ketika melakukan jihad di Gaza, kami sadar bahwa kami adalah perwakilan dari umat Islam. Umat Islam mengamanahkan kepada kami untuk menjaga al-Aqsha dari cengkeraman Zionis Israel.
Kami bangga menjaganya.
Tanah itu adalah tanah wakaf umat Islam yang dulu pernah dijaga oleh Salahuddin al-Ayyubi dan Umar bin Khattab. Untuk menjaganya, kami mengikuti perintah Allah. Kami mempersiapkan peralatan perang untuk memberikan rasa takut kepada tentara Zionis Israel.
Sejak sepuluh tahun lalu, kami sudah mempersiapkan anak laki-laki kami dan muslimah-muslimah untuk menggantikan kami nantinya. Kami mendirikan madrasah-madrasah Islam.
Bagaimana rakyat Palestina mempertahankan al-Aqsha?
Kami yakin, setiap memilih suatu pilihan pasti akan mendapatkan konsekuensinya. Ketika kami memilih Palestina kami tahu konsekuensinya pengorbanan. Kami mengorbankan nyawa, darah, apa saja yang kami miliki demi meraih kemenangan. Ini sudah kami buktikan.
Kami merasakan sendiri ketika perang 23 hari kemarin, kami berhasil membuat pasukan Israel tunggang-langgang. Merekalah pasukan militer yang diakui cukup kuat di dunia. Mereka memiliki pesawat tempur hebat, senjata biologi, bahkan nuklir.
Mereka telah menjatuhkan sebanyak 1,5 juta kilogram bom, sama dengan jumlah total penduduk Gaza. Jadi, tiap satu orang penduduk Gaza mendapatkan sekilo bom dari Israel.
Meskipun demikian, kami menahan diri, bersabar, terus melakukan jihad dan perlawanan. Selama peperangan tidak ada satu pun rakyat Gaza yang mengungsi. Alhamdulillah, kemenangan tercapai. Inilah kemenangan Allah. Hanya Allah yang berhak kepada siapa kemenangan itu diberikan.
Dalam perang Gaza kemarin, berapa banyak tentara Israel yang tewas?
Jumlah mereka (serdadu Israel) yang tewas cukup banyak, hampir 1.000 orang.
Kenapa tidak ada beritanya di media massa?
Itulah Israel. Mereka tidak mau aibnya terbongkar dan diketahui dunia. Mereka sengaja menyembunyikan jumlah tentaranya yang tewas, karena ini menyangkut harga diri mereka. Padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang penakut dan pengecut, walau memiliki keunggulan lebih dalam masalah persenjataan dan peralatan tempur.
Namun, Allah SWT telah meniupkan rasa takut di hati mereka, hingga mereka tidak berani keluar dari tank ketika masuk Gaza. Sampai-sampai buang hajat pun mereka lakukan di dalam tank karena takut keluar.
Berapa banyak Mujahidin Hamas yang syahid dalam perang?
Ada sekitar 50 orang Mujahidin Hamas yang syahid dalam perang kemarin. Alhamdulillah, semangat para Mujahidin Hamas tidak pernah kendor, walau banyak rekan-rekan mereka yang jadi korban.
Justru mereka berbondong-bondong dan berlomba-lomba mengejar syahid. Ini yang perlu kalian ketahui, kekuatan militer yang kami kerahkan kemarin untuk bertempur melawan Israel baru lima persen saja.
Belum semuanya kami kerahkan. Baru sejumlah itu saja, pasukan Israel sudah tunggang-langgang.
Apa sebenarnya target Israel menyerang Gaza?
Target serangan Israel kali ini adalah penghancuran Islam di Gaza hingga ke akar-akarnya. Mereka ingin menghabisi syariat Islam yang sedang kami terapkan di sana. Begitu banyak yang harus diceritakan. Saya tidak mampu menggambarkan semuanya.
Anda bisa langsung bertanya kepada relawan-relawan seluruh dunia yang langsung datang melihat keadaan kami.
Apa nasehat anda untuk umat Islam Indonesia?
Kepada siapa pun yang meminta nasehat, saya selalu bertanya-tanya kenapa umat ini seakan enggan kembali kepada al-Qur’an dan sunnah Rasulullah. Dalam tarbiyah, kami selalu berpedoman kepada dua hal itu, karena keduanya adalah manhaj.
Kalau terus menyimpang dari keduanya, maka hanya kegagalan yang didapat. Ada juga yang banyak bicara tarbiyah, tapi tidak mempraktekkannya. Sistem politik, ekonomi, bahkan pendidikan anak, tidak bersyariat Islam.
Jika ingin kuat berpendirian sebagai Muslim sejati maka kembalilah kepada dua hal tadi! (Eman Mulyatman/sabili/din)
Lainnya:
.INGGRIS AKUI PASOK SENJATA BUAT ISRAEL
2009-04-22 17:20:54
.ANGGOTA LEGISLATIF KUWAIT SERUKAN BUKA HUBUNGAN DIPLOMATIK DENGAN ISRAEL
2009-04-22 17:17:02
.KETAKUTAN HADAPI ROKET PEJUANG PALESTINA, ISRAEL BELI SISTEM PERTAHANAN SEHARGA 25 JUTA DOLLAR
2009-04-21 17:27:14
.RATUSAN YAHUDI GELAR DEMO, TUNTUT PEMERINTAH ISRAEL KEMBALI SERANG GAZA
2009-04-21 13:21:07
.ANTEK ISRAEL BUNUH TOKOH PALESTINA DI TEPI BARAT
2009-04-20 13:32:07





.jpg)








