Depan | Berita | Artikel | Galeri | Tentang KISPA | Infaq Palestina | Infaq Peduli Negri | Hubungi Kami


Relawan KISPA di Kapal Freedom Flotilla


SEKJEN KISPA MEMBACAKAN PERNYATAAN SIKAP KISPA TENTANG PEMBAJAKAN KAPAL MAVI MARMARA DI BUNDARAN HI


AKSI PEMBAKARAN BENDERA ISRAEL DI BUNDARAN HI


AKSI PERNYATAAN SIKAP KISPA DI BUNDARAN HI


AKSI PERNYATAAN SIKAP KISPA DI BUNDARAN HI


Muhammad Fatih - di sebelah kanan - Belajar Mengaji dalam Perjalanan ke Gaza.


Ketua KISPA Bersama Peter Vanner 63 tahun, seorang warga negara Inggris, yang kemudian berganti nama Muhammad Fatih. setelah masuk Islam saat pemberangkatan rombongan “Armada Pembebasan” ke Gaza


Kapal Laut "Mavi Marmara" yang mengangkut relawan kemanusiaan ke Gaza.


Syekh Raid Shalah, Ulama Palestina, tamu khusus yang datang dari Al Quds.


Ketua KISPA berjabat tangan dengan Syekh Raid Shalah.


Hujan rintik-rintik mengiringi pelepasan "armada pembebasan" ke Gaza


Relawan KISPA bersama Syekh Raid Shalah di Istanbul, Turki.


Relawan KISPA bersama anak-anak Istanbul, Turki.


Ketua KISPA Menerima Infaq Palestina dari Jama'ah Masjid Al-Balag Gedung Bulog II


Ketua KISPA Menerima Infaq Palestina dari UNISBA (Universitas Islam Bandung)

INFORMASI INFAQ
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Di INFORMASIKAN Kepada Bpk/Ibu/Sdr/i yang Berinfaq Melalui Transfer BMI, Kami akan update di www.kispa.org/infaq setelah kami mendapatkan Print Out dari pihak BMI per Tgl 14 Setiap Bulannya. Kecuali Infaq yang Langsung (tidak melalui Bank) atau mengirim tanda bukti transfer via fax. ke KISPA.

Wassalam,
KISPA







www.majelisazzikra.org




www. infopalestina.com















AKIBAT BLOKADE ISRAEL, BAYI BERUSIA 12 TAHUN MENJADI KORBAN
2009-05-26 17:15:57

kispa.org - Seorang bayi Palestina kembali menjadi korban blokade Israel di Jalur Gaza yang sudah berlangsung selama hampir dua tahun. Senin (25/5), Muhammad Rahmi Nofal, bayi berusia 12 bulan menghembuskan nafasnya yang terakhir karena gangguang jantung yang dideritanya.

Nofal yang selama ini dirawat di sebuah rumah sakit di Khan Younis mungkin masih bisa selamat kalau saja Israel memberikan ijin bagi Nofal dan para dokter yang merawatnya untuk keluar dari Gaza guna mendapatkan perawatan medis yang lebih baik bagi Nofal.

Dengan demikian, jumlah pasien di Gaza yang meninggal dunia karena tidak diijinkan keluar Gaza oleh Israel mencapai 337 orang. Menurut laporan organisasi Physicians for Human Rights yang berbasis di Israel bertajuk Holding Health to Ransom, Tel Aviv sengaja memberlakukan kebijakan yang fatal bagi para pasien penyakit berat sebagai salah satu upayanya untuk menekan warga Gaza dan memaksa mereka menjadi mata-mata bagi Israel di Gaza.

Menurut laporan itu, Israel memberikan ijin bagi pasien yang ingin berobat ke luar Gaza jika pasien yang bersangkutan mau memberikan informasi yang dibutuhkan Israel. "Saya yang memutuskan dan membuat aturan, dan kamu akan melihat, jika kamu bersedia melakukan apa yang saya katakan, saya akan ijinkan kamu ke Rumah Sakit Ichilov. Sekarang terserah kamu, mau menerima permintaan saya atau tidak," demikian laporan itu mengutip perkataan seorang interogator Israel pada seorang pasien dari Gaza.

Penderitaan para pasien di Gaza makin berat, karena negara Mesir yang mengelola perbatasan Rafah, satu-satunya perbatasan dengan Gaza yang tidak dikuasai Israel, ikut melakukan "blokade" terhadap warga Gaza. Petugas perbatasan di Mesir juga menolak membuka pintu perbatasan bagi warga Gaza, termasuk bagi para pasien penyakit berat yang membutuhkan perawatan medis yang lengkap. (ln/prtv/eramuslim/fn)




Lainnya:

.ISRAEL BANDEL, TETAP BANGUN PERMUKIMAN DI TEPI BARAT
2009-05-25 13:13:32

.SYEKH RAID SHALAH: TINDAKAN ZIONISME ISRAEL SAMA DENGAN TINDAKAN NAZISME
2009-05-24 17:35:00

.SYEKH QARADHAWI: KITA INGIN BANTUAN TETAP KE PALESTINA
2009-05-23 18:39:32

.HAMAS: PERNYATAAN NETANYAHU SEBAGAI BENTUK AGRESI ISRAEL TERHADAP AL QUDS DAN MASJID AL AQSHA
2009-05-23 17:44:18

.NETANYAHU: YERUSALEM SELALU MILIK KAMI, AKAN SELAMANYA MENJADI MILIK KAMI
2009-05-23 17:40:37