ALEG PALESTINA HAFAL AL QUR'AN
2009-10-20 08:11:32
kispa.org - Tepi Barat - Mereka tidak menyerah pada nasib, bahkan menjadikan nasibnya tersebut sebagai ajang untuk mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Borgolnya tidak berhasil merubah tekadnya. Karena mereka telah memutuskan untuk memakmurkan hatinya dengan cahaya Allah. Lisannya selalu berzikir, walau kegelapan menyelimuti mereka dari setiap sudut.
Mereka telah dipilih oleh rakyat untuk menjadi wakilnya. Tebusannya mereka harus mendekam dalam penjara beberapa tahun lamanya. Mereka senantiasa bersama Al-Qur’an, bahkan salah satu diantara mereka, baru-baru ini berhasil menghafal 30 juz (hafizh)
Para penghafal Al-Qur’an
Ada sejumlah nama diantara para aleg yang sudah hafal sebelum masuk penjara. Seperti ketua parlemen, Aziz Duwek, Lalu, Yasir Mansur, Kholid Said, Mahir Badar, Mahmud Al-Khotib, Dawud Abu Sair, Ismail Thel dan Isa Ja’bari yang menjabat menteri Palestina.
Pengalaman
Yasir Mansur yang sudah mendekam di penjara Zionis selama lebih dari tiga tahun adalah salah seorang yang berhasil menghafal dan memahami Al-Qur’an. Ia mengatakan, setelah 30 bulan saya dipenjara, maka saya selalu membaca al-Qur’an dan mempelajarinya. Di waktu-waktu senggangnya ia selalu menghafal Al-Qur’an. Hanya sedikit dari Al-Qur’an yang belum ia hafal. Ia berhasil menghafal 17 Juz Al-Qur’an dalam waktu 10 bulan saja.
Sekolah Penjara
Aleg Yasir Manshur menjelaskan, ada beberapa cara yang digunakan untuk menghafal Al-Qur’an dalam penjara. Biasanya para tawanan Palestina mempunyai acara khusus untuk menghafal al-Qur’an di waktu-waktu tertentu. Akan tetapi hanya untuk menghafal sejumlah ayat saja secara acak.
Bagi yang mau menghafalkan Al-Qur’an, harus mempunyai jadwal khusus dan tetap komit dalam waktunya. “Saya mempunyai waktu khusus untuk menghafal Al-Qur’an antara dua hingga tiga jam tiap harinya”, ungkap Manshur.
Penjara adalah salah satu fase yang dialami seorang manusia justru sebagai tempat belajar dan berkhalwat bersama Allah. Ia bisa tolong-menolong bersama saudaranya di penjara. Ia juga bisa memanfaatkanya untuk menambah wawasan dan pemahamannya. Ia menyebutkan, barang siapa yang dapat memanfaatkan waktu di penjara, pasti akan berhasil.
Sementara itu, aleg Husni Al-Baruni mengatakan, penjara adalah ajang untuk mengintrospeksi diri. Waktu untuk merenung dan berfikir. Kita akan dapat merasakan penderitaan tawanan lain dan dapat berinteraksi dengan mereka secara dekat di dalam penjara.
Pengalaman Ditangkap
Sebagian besar aleg Palestina pernah mengalami penjara Israel. Maka penangkapan adalah pengalaman pertama mereka. Mereka menjadi rujukan bagi para tawanan lainya untuk mengungkapkan pengalamannya dan menceritakan kembali di sejumlah acara atau seminar.
Al-Baruni mengatakan, dulu kami berbagi informasi dan pemahaman dalam masalah politik di dalam penjara.
Nasihat untuk para tawanan
Yasir Mansur berpesan, kepada para tawanan, janganlah membiarkan waktu senggangnya hingga membunuhnya di dalam penjara. Ia harus memfaatkan waktunya untuk sesuatu yang bermanfaat. Yang paling utama adalah dengan menghafal Al-Qur’an dan mempelajarinya hingga kita dapat memahami dan menguasainya. Ia berpendapat pentingnya menginvestasikan waktu uang terbuang dalam penjara. Masa tahanan di penjara adalah waktu yang paling baik untuk memperbaiki dirinya. (asy/infopal/fn)
Lainnya:
.KEMENANGAN PALESTINA DI AL AQSHA
2009-10-20 07:57:45
.EKSTRIMIS YAHUDI AKAN SEWA INSINYUR UNTUK MEMINDAHKAN MASJID AL AQSHA DAN KUBAH BATU AL SHARIF KE MAKAH
2009-10-17 06:57:50
.SETELAH 61 TAHUN, PERJUANGAN RAKYAT PALESTINA UNTUK SHALAT DI MASJID
2009-10-15 20:01:59
.MUSLIM PALESTINA GAGALKAN PENYERBUAN PEMUKIM YAHUDI KE AL-AQSHA
2009-10-12 19:37:54
.KISPA PEDULI NEGERI
2009-10-12 08:32:41





.jpg)








