INDONESIA MESTI MENCONTOH KETEGARAN WARGA GAZA
2010-01-17 14:19:31
kispa.org - Selain diminta untuk tidak berhenti memberikan pembelaan kepada kedaulatan Negera Palestina, ummat Islam diharapkan juga mengambil pelajaran yang sungguh berharga dari tragedi kemanusiaan di wilayah yang tak pernah lepas dari konflik ini. Demikian diungkapkan Sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA), H. Ferry Nur. Pesan itu disampaikan Ferry dalam jumpa pers Peringatan Satu Tahun Muqawwamah Rakyat Ghaza yang digelar di kantor Voice of Palestine, Jl. Batu I No.31 Pejaten Timur Pasar Minggu Jakarta Selatan.
"Selama pengalaman terjun di Palestina, meski kondisi mereka sangat menderita karena penjajan Israel, saya tidak penah melihat diantara mereka ada yang mengemis di jalanan," cetus Ferry.
Bangsa Indonesia dan siapa saja, kata Ferry, patut belajar tentang jiwa besar dan ketegaran dalam berjuang kepada warga Gaza.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga mengutip perkataan salah satu tokoh penting perlawanan rakyat Palestina, Khalid Mish'al.
"Kami memang menderita, tapi kami tidak mengulurkan tangan kami, termasuk mengemis bantuan kepada negara-negara Arab" kata Ferry, mengutip perkataan Mishal.
Ketegaran rakyat Gaza patut menjadi teladan bagi bangsa Indonesia. Dikatakan Ferry, dengan berkaca pada kondisi yang menimpa rakyat Palestina, hendaknya bangsa ini dapat mengambil pelaran bahwa dalam keadaan susah pun seseorang senatiasa harus tegar. Dalam keterangannya, Ferry juga menyampaikan dukungan beberapa negara terhadap perlawanan rakyat Palestina.
Dalam rangka Viva Palestina yang akan digelar tahun ini, sudah tergabung beberapa partisipan yang siap melakukan dukungan. Diantaranya Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, Presiden Venezuela, Hugo Chavez, dan Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma. Termasuk juga Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad.
"Kita berharap, dari Indonesia juga ada perwakilannya. Kita ingin Indonesia menjadi koordinator kebangkitan Islam," tukas Ferry.
Sementara itu, Ketua Forum Kebangkitan Ummat, Hasan Dalil al Aydrus, memamaparkan pentingnya konsistensi dukungan berdirinya kedaulatan negara Palestina serta menolak penjajahan Zionis-Israel.
Dalil menjelaskan, keterlibatan Indonesia dalam pembelaan negara palestina, bukan berarti lupa dengan kondisi krusial di negeri sendiri. Seharunsya kata dia, pemerintah mencontoh gaya kepemimpinan Soekarno yang banyak terlibat dalam penyelesaian masalah-msalah domestik Internasional.
"Soekarno terlibat mendirikan Gerakan Non-Blok, ASEAN, dan lain-lain. Harusnya sekarang kita juga harus berperan seperti itu," kata Dalil.
Dalil juga mengecam keras pendirian tembok pembatas oleh Mesir yang menutup akses menuju Palestina. Pendirian tembok sepanjang 5,4 kilo dan memiliki ketebalan 50 cm tersebut di awasi oleh Amerika, Prancis, dan Israel sendiri.
Maka, untuk melakukan aksi kecaman yang lebih besar, sejumlah NGO yang memiliki kepedulian terhadap Palestina akan menggelar Hari Ahad, 17 Januari 2010 ini di Jakarta.
Koordinator Aksi yang juga Ketua Solidaritas Islam untuk Palestina, Hisham Sulaiman, yang ditemui Hidayatullah.com di Jakarta, mengatakan, aksi tersebut sudah mendapat izin pihak kepolisian. Tidak saja di Indonesia, lanjut Hisham, dibeberapa negara juga akan melakukan aksi serupa.
Rencana aksi, jelas Hisham, akan dilakukan long march dari BUndaran HI menuju Kedutaan Besar Mesir di Jl. Teuku Umar 68, Menteng, Jakarta Pusat.
Lainnya:
.DEMONSTRAN TUNTUT TEMBOK BAJA DI JALUR GAZA DISTOP
2010-01-17 13:56:25
.RIDWAN: MENGUSIK SYAIKH QARADHAWI BERARTI MENGUSIK AL AQSHA DAN PERLAWANAN
2010-01-16 11:22:46
.SYAIKH RAED SALAH DIHUKUM 9 BULAN PENJARA
2010-01-16 11:05:20
.QARADHAWI: SEMUA BERTANGGUNG JAWAB ATAS NASIB AL QUDS
2010-01-16 11:01:02
.ERDOGAN, CHAVEZ, ZUMA PIMPIN KONVOI BANTUAN UNTUK GAZA
2010-01-15 20:03:01





.jpg)








