AS BERI UPAH ISRAEL ATAS KEJAHATANNYA
2010-03-05 00:54:15
kispa.org-Washington : Meski Israel terus melakukan pelanggaran hak negara-negara Arab, secara khusus Palestina – Mossad yang mengacak-acak keamanan nasional Dubai dengan passport palsu - namun Amerika justru memberikan upah atas kejahatannya, menysul penandatanganan kesepakatan kerjasama di bidang pengamanan pesawat terbang sipil. Kesepakatan baru ini memberikan peluang kepada Israel untuk memperoleh informasi lengkap dari para penumpang, terutama warga Palestina, Arab dan umat Islam secara umum. Inilah yang meresahkan organisasi-organiasi HAM sipil dan hukum di Amerika. Menteri keamanan dalam negeri Amerika, Janet Napolitano dan Dalam Negeri Israel, Israil Cats mengatakan dalam pernyataan bersamanya kemarin Rabu (4/3) bahwa kesepakatan baru ini akan memperkokoh keamanan pesawat dunia. Dengan kesepakatan ini, Israel akan memiliki hak memperoleh informasi dan data terkait semua penumpang, latar belakang mereka, tempat lahir mereka, pekerjaan, sidik jari, gambar, dan perjalanan-perjalanan mereka, termasuk informasi detail lainnya yang bisa diungkap oleh alat elektronik.
Para advokat kebebasan privasi mengungkapkan keresahan mereka terhadap kesepakatan seperti dengan Israel. Sebab sejak bertahun-tahun Israel menghimpun data sebanyak mungkin dari setiap orang dari berbagai bangsa, etnis dan agama, terutama warga Palestina, Arab dan kaum muslimin.
Mereka menilai bahwa kesepakatan itu akan memberikan legalitas dan hak kepada Israel dalam menyimpan informasi yang mereka peroleh dan digunakan untuk kepentingan mereka atau melancarkan balas dendam kepada orang yang memiliki pandangan berbeda dalam politik dan ekonomi. Atau bahkan Israel menjual informasi pribadi itu kepada negara atau badan intelijen lainnya.
Para advokat kebebasan pribadi itu memperingatkan bahaya kesepakatan dan peluang seperti ini kepada Israel. Sebab negara zionis ini memiliki peran panjang dalam melanggar hukum internasional. Israel juga sering mencuri rahasia militer dan rahasia industri pertahanan untuk dijual kepada pihak yang lebih banyak membayar.
Langkah bahaya Amerika ini terjadi setelah Israel menggelar kejahatannya membunuh elit Hamas, asy-Syahid Mahmud Mabhuh di Dubai dengan menggunakan passport palsu Eropa. (infopal/din)
Lainnya:
.HAMAS: NEGOSIASI DENGAN ISRAEL ADALAH DOSA BESAR
2010-03-05 00:47:06
.INTELEKTUAL YAHUDI SERUKAN RAKYAT AS LAWAN ISRAEL
2010-03-04 14:23:59
.PERSATUAN ULAMA: INTIFADHAH KETIGA AKAN DI MULAI DARI MASJID IBRAHIMI
2010-03-03 15:40:37
.ISRAEL SERET ANAK PALESTINA KE PENGADILAN MILITER
2010-03-03 13:40:52
.POLISI DUBAI: WARGA ISRAEL DILARANG MASUK !
2010-03-02 16:26:53





.jpg)








