"KOMPUTER GAME" ISRAEL, PEMBUNUH RAKYAT PALESTINA
2010-07-21 06:18:18

Teknologi mata-mata militer Israel sudah sedemikian canggihnya, sehingga mereka bisa mengontrol sebuah operasi militer yang dilakukannya di belahan dunia lain dari jarak jauh. Hanya dengan seorang operator yang duduk dalam sebuah ruangan yang dilengkapi kompouter ukuran besar berisi peta sebuah wilayah, sebuah misil atau penghancur bunker bisa ditembakkan ke sasaran dengan tepat, hanya dengan memainkan joystick dan memencet tombol.

Perangkat inilah yang digunakan Israel untuk membunuh orang-orang Palestina yang menjadi target mereka. Israel tinggal mengerahkan agen mata-matanya untuk menyusup ke wilayah Tepi Barat dan Gaza, menjalin pertemanan dengan para aktivis Palestina dan pada saatnya memberikan informasi tentang aktivis Palestina itu, berupa informasi pergerakan dan lokasinya ke badan intelijen Israel, Mossad. Selanjutnya, agen-agen Mossad yang akan melakukan penangkapan atau operasi pembunuhan terhadap aktivis tersebut dengan bantuan teknologi canggih yang dimilikinya.
Israel menggunakan fasilitas satelit untuk berbagai aplikasi dan termasuk dalam operasi mata-mata berupa pengumpulan data dan gambar dari berbagai pelosok bumi ke pusat kemiliteran Israel. Sedangkan pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh, digunakan untuk melakukan serangan atau invasi. Militer Israel biasanya menggunakan pesawat tanpa awak ini dalam melakukan serangan ke berbagai tempat di Jalur Gaza. Operator pesawat ini tinggal menandai sasaran berupa manusia, kendaraan atau gedung dengan sinar laser, mengunci titik sasaran itu dan menembakkan misil ke target tersebut dengan akurat. Atau, operator menandai titik sasaran, kemudian menghubungi awak pesawat atau helikopter tempur untuk melakukan penembakan ke target.

Semua itu bisa dilakukan Israel secara otomatis tanpa harus menghadirkan pasukannya secara fisik ke wilayah konflik dan dengan penggunaan teknologi itu Israel bisa dengan mudah melakukan operasi yang menimbulkan banyak korban, baik yang tewas atau luka-luka di kalangan rakyat Palestina, tanpa harus kehilangan satu orang pun prajuritnya.
Saat ini, Israel sudah memiliki peralatan dan kendaraan tempur yang secara penuh dirancang dalam bentuk robot dan bisa beroperasi di darat maupun di lautan. Militer Israel tinggal mengendalikan remote kontrol untuk menggerakan robot-robot tempur tersebut, bahkan untuk mengendalikan buldoser yang digunakan untuk menghancurkan rumah-rumah rakyat Palestina.

Teknologi lainnya yang digunakan Israel adalah sistem pengintaian darat dengan cara memasang kamera di pos-pos keamanan dan menara-menara di sepanjangan perbatasan dengan Palestina. Kamera-kamera pengintai itu mengirimkan informasi ke pusat kontrol kemiliteran. Para operator--kebanyakan perempuan--di ruang kontrol yang memberikan informasi lanjutan apakah orang yang terpantau di kamera orang baik atau dianggap membahayakan Israel. Setelah itu, bisa ditebak, tentara Israel akan dengan mudah membunuh orang bersangkutan, yang kebanyakan sebenarnya hanya warga Palestina biasa yang tak berdosa. Begitulah cara militer Israel membunuh warga Palestina dengan menggunakan "remote control."
Dari mana rezim Zionis mendapatkan semua alat pembunuh canggih itu? Tak lain dari sekutu dekatnya, Amerika Serikat yang terus mengembangkan berbagai jenis persenjataan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
Bagi militer Israel, menggunakan teknologi untuk membunuh rakyat Palestina, ibarat memainkan sebuah game komputer. Bedanya dengan game biasa, sosok yang ada di layar komputer adalah sosok manusia yang nyata, yaitu warga Palestina di Tepi Barat atau di Gaza, yang bisa mereka bunuh kapan saja, di mana saja dengan mudahnya, hanya dengan memainkan joystick dan menekan tombol atau memencet remote control.

Militer Israel mengakui, di masa depan mereka tidak membutuhkan lagi banyak tentara yang dikerahkan ke zona perang karena mereka hanya membutuhkan operator-operator yang bisa mengendalikan senjata dari jarak jauh dalam sebuah operasi militer. Menurut militer Israel, mereka harus menggunakan teknologi untuk perang karena menurunnya jumlah orang Israel yang bisa direkrut sebagai tentara dan tingginya potensi tentara yang tewas di medan pertempuran.
Fakta ini menunjukkan betapa warga Palestina harus berjuang keras untuk menghadapi rezim penjahat macam Israel, serta membuktikan bahwa Israel tidak pernah menginginkan solusi dua negara. Rezim Zionis itu sudah telah kelewat batas dan hanya punya satu tujuan, yaitu menyingkirkan seluruh rakyat Palestina dari tanah airnya. (eramuslim/fn)
Lainnya:
.ISRAEL PUNYA RENCANA BERBAHAYA UNTUK AL AQSHA
2010-07-20 18:02:47
.YAHUDISASI DI AL-QUDS MAKIN CEPAT
2010-07-20 17:51:47
.35 MEDIA DAN 9000 AKTIVIS AKAN BERPARTISIPASI DALAM "FREEDOM FLOTILLA 2"
2010-07-20 17:31:13
.PM HANIYA MINTA QADDAFY KUNJUNGI JALUR GAZA
2010-07-19 12:46:17
.3 MILIAR DOLAR SETAHUN, DARI AMERIKA UNTUK ISRAEL
2010-07-19 09:01:29






.jpg)









