Bantuan Ramadhan di Tepi Barat Dikuasai Dinas Keamanan
2011-08-12 10:24:27
kispa.org - Tepi Barat : Bersamaan dengan mulainya lembaga-lembaga bantuan lokal dan internasional melaksanakan aktivitas bantuan selama bulan Ramadhan, nampak jelas betapa dinas keamanan dan elemen Fatah di Tepi Barat menguasai aktivitas ini dan dengan berbagai sarana yang dibungkus dengan provokasi.
Salah seorang wakil lembaga bantuan Arab mengatakan, "Yang menjadi masalah di Tepi Barat tidak hanya berkaitn dengan lembaga-lembaga sosial yang masih ditutup dan pengurasan sumber-sumbernya, namun karena mengalami berbagai macam provokasi."
Dia menambahkan, "Berkaitan dengan lembaga-lembaga Arab yang melaksanakan program di Tepi Barat, mereka harus tunduk apda persyaratan kers, di antaranya mengkordinasikan bantuan dengan kantor kepresidenan di Ramallah, yang menentukan mekanisme pembagian, yang dengan sendirinya memiliki jalan yaitu kegiatan-kegiatan gerakan Fatah."
Dia melanjutkan, "Sedangkan yang tidak melewati kantor kepresidenan maka harus dalam arahan langsung atau tidak langsung dari dinas keamanan otoritas Palestina, yaitu dengan penentuan sebelumnya daftar orang-orang yang menerima bantuan dan harus diperiksa dengan persyaratan ketat, yaitu tidak boleh ada pendukung Hamas atau keluarganya atau siapapun yang beroposisi dengan otoritas Ramallah meskipun yang menerima bukan dari kelompok Israel di Ramadhan."
Sekedar melanggar syarat ini sja, siapapun pekerja sosial yang melakukannya akan dipanggil atau ditahan. Meskipun hanya karena memberi bantuan kepada keluarga pegawai yang dipecat yang tidak memiliki makanan untuk keluarganya sekalipun. Setiap lembaga yang melanggar syarat ini makan terancaman ditutup, ungkapnya. Bahkan dikembalikan bantuannya.
Salah seorang pegawai di salah satu lembaga Bulan Sabit Merah Arab di Ramallah mengatakan, "5000 paket bantuan dikembalikan kepada kami untuk Tepi Barat pada bulan Ramadhan tahun ini. Akhirnya kami putuskan untuk berkoordinasi dengan departemen urusan sosial di Ramallah yang kemudian merujuk kami ke lembaga-lembaga swasta yang ditunjukkan untuk membagikan bantuan."
Dia menambahkan, "Kami terkejut, ternyata lembaga-lembaga ini hanya wajah lain dari gerakan Fatah. Masalahnya tidak hanya di situ, ternyata kami harus membagikan bantuan kepada para anggota dan kader gerakan." Alternatif lainnya, ungkap dia, adalah melakukan koordinasi kerja dengan kantor-kantor gubernuran otoritas Abbas dan membagikan bantuan melalui kantor-kantor tersebut. Ini sama saja keluar dari lubang singa masuk lubang buaya.
Salah seorang pegawai komisi zakat di Tepi Barat mengatakan, dinas keamanan tetap yang utama dan penggerak pertama jalannya bantuan-bantuan ini. Baik itu melalui departemen urusan sosial di Ramallah atau melalui kantor kepresidenan atau kantor-kantor gubernuran atau lembaga-lembaga yang dibentuk gerakan Fatah.
Yang menjadi korban dari praktek semacam ini tentunya adalah mereka orang-orang miskin yang tidak mendapatkan orang yang memberikan perhatian kepada mereka, sedang mereka melihat bantuan-bantuan yang dikhususkan untuk mereka dibagikan kepada selain mereka tanpa ada pengawasan. (PIP/asw/din)
Lainnya:
.Israel Bersiap Penuh Hadapi Aksi Massa Palestina September Mendatang
2011-08-12 10:02:12
.Pemukim Yahudi Serang Sejumlah Rumah Palestina Saat Berbuka
2011-08-12 09:57:32
.Israel Terus Lancarkan Perang Air terhadap Palestina
2011-08-11 14:46:43
.Jaringan Komunikasi di Jalur Gaza Terputus
2011-08-11 14:33:22
.Pemerintah Hamas Bagikan Uang untuk Keluarga Miskin Gaza Selama Ramadhan
2011-08-10 14:11:56



.jpg)



.jpg)




.gif)




