Haniya: Efek Musim Semi Arab Terhadap Palestina Mulai Terlihat
2012-01-28 10:35:39
kispa.org - Gaza : PM Ismail Haniya menegaskan, dampak musim semi Arab terhadap persoalan Palestina mulai terlihat. Menurut Haniya ada dampak langsung dan saling berganti antara Palestina dan musim semi Arab. Palestian terinspirasi dengan musim semi dan revolusi Arab di masa mendatang, baik dekat maupun jauh. Palestina telah dikehendaki Allah menjadi musim semi Arab pertama dan pemilu pertama yang bebas dan bersih. Apa yang terjadi setelah itu berdampak langsung terhadap umat. Blokade, serangan Israel, penangkapan aleg dan larangan terhadap rakyat memilih demokrasi tidak lain kecuali ketetapan takdir untuk menggerakan umat.
Dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Abbas di Gaza, Haniya menjelaskan, dampak dari musim semi Arab terhadap Palestina mulai terlihat, minimal tahun ini dan setelahnya, perubahan perimbangan kekuatan yang mengelilingi Palestina. Sebelum revolusi, ada empat dimensi kekuatan dan perlawanan. Saat ini setelah pemilu bebas, bangsa-bangsa mulai mengembalikan stabilitasnya, dan bertambah rezim yang bekerja untuk kemaslahatan umat dan Palestina.
Dampak kedua adalah meluasnya strategi faksi-faksi perlawanan Palestina dan Hamas yang dipilih rakyat tahun 2006, namun saat itu cakrawala terkunci, blokade politik dan konferensi yang digalar terkait Palestina tidak mendapat dukungan penuh, saat ini solidaritas makin meluas. Pihak Barat dan Eropa juga turut serta melakukan solidaritas untuk rakyat Palestina dan menyambut para pimpinan Palestina.
Dampak ketiga adalah stabilitas, lawat rekonsiliasi dan pertukaran tawanan, dimana saat rezim otoriter berkuasa hal ini tidak dilakukan secara serius.
Dampak keempat dicapainya referensi nasional dan menyepakati agenda nasional lewat optimalisasi peran Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Dampak kelima, kordinasi yang terus berlanjut dengan kekuatan revolusi dan pemerintahan yang didukung rakyat, untuk menjadikan persoalan Palestina sebagai bagian dari persoalan umat, dan bukan hanya milik rakyat Palestina semata, tetapi urusan setiap warga Arab, Muslim dan semua pihak peduli dunia.
Haniya mengungkapkan kegembiraannya atas sikap Kemenlu Perancis yang mengutuk penangkapan Ketua Parlemen Palestina, Aziz Duwaik, dan para aleg lainnya, serta tuntutan pembebasan mereka segera, sebagai dampak revolusi Arab dan perubahan strategi di kalangan umat. Haniya menegaskan bahwa revolusi Arab menjadi awal kelahiran baru umat dan mengembalikan perannya sampai dapat membebasakan Palestina dan Al-Quds.
Haniya menyebutkan, beberapa hari lalu peringatan kemenangan Hamas di pemilu 2006, bertepatan dengan peringatan pertama kali kemenangan revolusi Mesir. Dari Palestina jihad dan perlawanan dan revolusi merambat ke Mesir, Islam, sejarah, peradaban, masa depan menuju dunia Arab yang sedang melewati musim semi, dan juga menuju semua pelosok dimana umat Islam berada, semuanya terikat oleh Agama dan perjuangan, serta Palestina adalah milik umat. (PIP/qm/din)
Lainnya:
.Israel Akan Gunakan Bom Fosfor Dalam Perang Gaza Di Masa Depan
2012-01-27 08:03:56
.Ashton Menyerukan Untuk Mengakhiri Blokade Gaza
2012-01-26 08:44:23
.Konvoi Bantuan Medis Tiba di Gaza
2012-01-26 08:42:11
.Wakil Parlemen Mesir: Kami Janji Bebaskan al Aqsha dan Palestina
2012-01-24 08:17:34
.11 Ribu Siswa Pengungsi di Libanon Putus Sekolah Sejak 10 Tahun
2012-01-24 08:10:10





.jpg)








