Ustadz Ferry Nur Temui Ulama Suriah yang Nyaris Terbunuh
2012-07-13 18:49:01
“Saat konflik, hampir saja Syeikh Usamah Rivai syahid terbunuh. Ketika itu ia dipukul tentara Suriah hingga darah membasahi tubuhnya. Untung saja ada menolong beliau. Jika tidak ada yang menolong, mungkin ia sudah wafat. Saat ini, Syeikh Usamah Rivai beraada di Istambul. Alhamdulillah, saya bertemu langsung dengan beliau,” jelas Ferry Nur.
Tenyata, bukan hanya rakyat biasa yang mengungsi ke negara-negara perbatasan Suriah. Ulama Suriah seperti Syeikh Usamah Riva’i pun terpaksa mengungsi ke Turki. Seperti diketahui, Syeikh Usamah Rivai adalah imam masjid besar di Damaskus. Bahkan, banyak pelajar asal Indonesia yang belajar di Suriah yang berguru dengannya.
Ketika ditanya, bagaimana KISPA menilai rezim Suriah Basyar Asad yang dikaitkan dengan sebuah sekte Syiah. Ustadz Ferry Nur mengatakan, KISPA tidak ingin berpolemik terkait Syiah. Ia hanya ingin memberi bantuan kepada saudara Muslim Suriah, begitu juga pengungsi Suriah asal Palestina.
“KISPA bukan partai politik. Karena itu, mohon maaf, saya tidak ingin menjadi pengamat dan komentator. Saya hanya melihat realitas, bahwa pengungsi di sana banyak orang Sunni. Saya hanya peduli dengan umat Nabi Muhammad Saw. Saya bertanya keluhan-keluhan masyarakat Muslim Sunni Suriah yang dizalimi Rezim Basyar Asad.”
Ingin Kembali ke Suriah
Kepada KISPA, para pengungsi asal Palestian yang tinggal di Suriah mengatakan, mereka ingin sekali kembali ke Suriah. Karena di sana, mereka punya pekerjaan, punya fasilitas, bahkan ada yang menikah dengan wanita Suriah.
KISPA mendesak agar Rezim Basyar Asad menghentikan segala bentuk kezaliman yang dilakukan. Peluru itu harus diarahkan kepada Zionis Israel, bukan untuk membunuh rakyat yang tak berdosa. Hingga kini, sudah 13.000 lebih korban berjatuhan. Mereka dibunuh dengan senjata buatan Rusia.
KISPA meminta PBB dan Pemerintah Indoneia agar aktif untuk menghentikan kekejian Rezim Basyar Asad. “Pelaku yang melakukan pembunuhan dengan keji harus dihukum qishas. Terlebih ada muslim Suriah yang dikubur hidup-hidup. Ini merupakan kezaliman yang amat besar. Untuk itu harus diusut siapa yang melakukan pembunuhan, pembantaian, penghancuran. Otak dari itu semua, harus dihukum dengan seberat-beratnya.”
Ustadz Ferry Nur menginformasikan, saat ini sulit untuk memasuki Suriah, begitu juga saat keluar Suriah. Ketua KISPA ini menyerukan agar umat Islam Indonesia seyogianya tidak berdiam diri dan berpangku tangan melihat penderitaan yang dialami muslim Suriah. Umat Islam Indonesia harus memiliki kepekaan untuk membantu, baik dengan materi maupun doa.
Dalam menggalang dana, KISPA berhasil mengumpulkan uang untuk kemudian diserahkan kepada pengungsi Muslim Suriah di Turki senilai US$ 10.000 dolar. Sedangkan untuk Palestina terkumpul Rp. 200 juta. KISPA akan bekerjasama dengan Sarra' Foundation, sebuah NGO kemanusiaan, yang pimpinannya berasal dari Palestina.
Saat Ramadhan nanti, KISPA menggulirkan program "Bingkisan Ramadhan 1433 untuk rakyat Palestina dan Suriah. Bagi yang tergerak dan peduli dengan penderitaan saudara kita di sana, hendaknya disalurkan ke Infaq Peduli Al Aqsha - PALESTINA: Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang SLIPI No. Rek. 311.01856.22 an Nurdin QQ. KISPA. (Desastian/voaislam/fn)
Lainnya:
.KISPA: 35.000 Muslim Suriah Mengungsi di Turki
2012-07-13 18:32:03
.Relawan Kemanusian KISPA Kunjungi Kantor IHH di Antakya
2012-07-08 22:19:34
.KISPA Serahkan Dana untuk Rakyat Palestina
2012-07-07 02:15:58
.Relawan Kemanusiaan KISPA Menuju Antakya
2012-07-05 18:00:47
.KISPA Kirim Tim Peduli Suriah
2012-07-03 09:15:06



.jpg)



.jpg)




.gif)




